Lo Kheng Hong Borong Saham: Peluang di Volatilitas

Lo Kheng Hong borong saham di tengah volatilitas, kita dapat memahami bahwa gejolak pasar bukan alasan untuk takut.
Lo Kheng Hong borong saham di tengah volatilitas, kita dapat memahami bahwa gejolak pasar bukan alasan untuk takut.

disapedia.com Ketika pasar berada dalam fase penuh ketidakpastian, sebagian besar investor justru memilih untuk menepi. Namun, Lo Kheng Hong kembali borong saham, sebuah langkah yang selalu berhasil menarik perhatian publik. Fenomena ini, tentu saja, bukan tanpa alasan. Apalagi, sosok LKH—yang sering dijuluki Warren Buffett Indonesia—dikenal sebagai investor yang justru semakin agresif saat volatilitas sedang tinggi. Oleh karena itu, langkah terbarunya memberikan banyak pelajaran berharga bagi para pelaku pasar modal.

Selain itu, pergerakan pasar yang tidak menentu belakangan ini membuat banyak investor bingung. Namun, melalui strategi jangka panjang yang konsisten, LKH kembali menunjukkan bahwa volatilitas bukan sesuatu yang harus ditakuti. Sebaliknya, hal itu bisa menjadi sumber peluang.

Bacaan Lainnya

1. Volatilitas Pasar: Ketakutan Publik, Kesempatan Para Value Investor

Pada saat indeks saham cenderung bergerak naik turun secara ekstrem, para investor ritel biasanya lebih fokus pada sentimen jangka pendek. Bahkan, banyak yang buru-buru menjual aset karena takut harga turun lebih jauh. Namun, berbeda dari mayoritas, Lo Kheng Hong borong saham ketika pasar panik, dan justru memanfaatkan momen tersebut untuk mengoleksi perusahaan-perusahaan yang dianggap undervalued.

Hal ini selaras dengan prinsip value investing: “Be fearful when others are greedy, and be greedy when others are fearful.” Dengan demikian, volatilitas pasar bukanlah hambatan, melainkan pintu masuk menuju peluang besar.

Lebih jauh lagi, kondisi ini sering kali membuat harga saham-saham fundamental kuat jatuh ke level diskon. Untuk investor berpengalaman seperti LKH, kesempatan ini tidak boleh dilewatkan begitu saja.


2. Apa yang Membuat LKH Berani Borong Saat Orang Lain Menjual?

Ada beberapa alasan strategis yang menjelaskan keputusan ini.

a. Fundamental Perusahaan Tetap Kuat

Walaupun harganya turun, banyak perusahaan masih mencetak laba stabil. Bagi LKH, penurunan harga hanyalah noise, bukan penentu nilai riil perusahaan.

b. Psikologi Massal Memberi Diskon Besar

Ketika orang menjual karena panik, harga sering jatuh tidak realistis. Karena itu, justru muncul peluang emas untuk membeli murah.

c. Orientasi Jangka Panjang

LKH terkenal menyimpan saham selama bertahun-tahun. Jadi, fluktuasi jangka pendek tidak terlalu memengaruhi keputusannya.

d. Pengalaman Menghadapi Krisis

Mulai dari krisis 1998 hingga pandemi, LKH sudah berkali-kali membuktikan bahwa masa gejolak adalah momen terbaik untuk berinvestasi.

Dengan demikian, keberanian LKH sebetulnya bukan spekulasi, melainkan keputusan yang didasari analisis komprehensif dan pengalaman bertahun-tahun.


3. Jenis Saham yang Biasanya Dibidik Saat Volatilitas Tinggi

Walaupun ia jarang mengungkap spesifik, kita dapat memperkirakan karakteristik saham yang menarik perhatian LKH. Biasanya:

  • perusahaan berfundamental kuat

  • laba konsisten dan utang rendah

  • valuasi murah (PER rendah, PBV rendah)

  • bisnis sederhana dan mudah dipahami

  • dikelola manajemen kompeten

Karena itu, tidak mengherankan bila ia sering memilih sektor-sektor seperti perbankan, komoditas, consumer goods, serta perusahaan pelabuhan atau logistik.

Selanjutnya, strategi ini menunjukkan bahwa investor tidak perlu mengejar saham “panas”, melainkan fokus pada bisnis yang benar-benar memiliki kualitas.


4. Bagaimana Investor Ritel Bisa Meniru Strategi LKH?

Tentu, meniru tidak berarti harus melakukan langkah yang sama secara membabi buta. Justru, kita perlu memahami pola pikirnya terlebih dahulu.

a. Lakukan Riset Mendalam

Jangan hanya membeli karena ikut-ikutan. Pelajari laporan keuangan, aset, utang, dan prospek bisnis perusahaan.

b. Beli Ketika Harga di Bawah Nilai Wajar

Gunakan indikator valuasi. Jika harganya diskon, barulah perhatikan apakah perusahaannya layak.

c. Gunakan Dana Dingin

Investasi jangka panjang membutuhkan kesabaran. Karena itu, hindari menggunakan dana kebutuhan bulanan.

d. Tetap Tenang Saat Pasar Panik

Saat harga turun, jangan langsung panik. Evaluasi kembali. Bila fundamental tetap bagus, justru pertimbangkan untuk menambah posisi.

Dengan menerapkan prinsip ini, investor ritel bisa meningkatkan peluang mendapatkan imbal hasil jangka panjang.


5. Volatilitas Bukan Musuh: Bagaimana Cara Melihatnya Sebagai Kesempatan?

Volatilitas sering dianggap berbahaya. Namun, dengan cara pandang yang tepat, situasi ini dapat menjadi momen paling menguntungkan.

a. Harga Tidak Selalu Mencerminkan Nilai

Pasar bisa bereaksi berlebihan terhadap sentimen negatif. Inilah yang menciptakan peluang.

b. Muncul Peluang Arah Menengah–Panjang

Saat pasar sudah pulih, harga biasanya kembali menuju nilai wajarnya. Selisih inilah yang memberi keuntungan.

c. Investor Bisa Memilih dengan Lebih Selektif

Karena harga banyak yang turun, investor bisa memilih saham berkualitas yang sebelumnya terlalu mahal.

Dengan demikian, volatilitas pasar—yang sering dianggap mengerikan—sebenarnya justru membuka pintu keuntungan bagi investor berani dan rasional.


6. Apa Pelajaran Besar dari Langkah Lo Kheng Hong?

Ada beberapa hal yang selalu konsisten dari perjalanan investasi LKH:

  1. Kesabaran lebih penting daripada kecepatan.

  2. Analisis fundamental mengalahkan rumor pasar.

  3. Krisis selalu menghadirkan peluang emas.

  4. Tidak perlu portofolio banyak; cukup yang berkualitas.

  5. Orientasi jangka panjang adalah kunci kekayaan.

Melalui strategi yang disiplin dan konsisten, ia membuktikan bahwa investor biasa juga punya peluang besar dalam pasar modal.


Kesimpulan

Melihat bagaimana Lo Kheng Hong borong saham di tengah volatilitas, kita dapat memahami bahwa gejolak pasar bukan alasan untuk takut. Sebaliknya, dengan strategi yang tepat, volatilitas dapat menjadi sumber peluang besar. Oleh karena itu, penting bagi investor ritel untuk terus belajar, melakukan analisis yang mendalam, serta membangun pola pikir jangka panjang.

Pada akhirnya, investor sukses tidak hanya melihat grafik, tetapi juga melihat nilai yang tersembunyi di balik gejolak pasar. Dan di situlah, sebenarnya, peluang besar berada.

Baca Juga : Kabar Terbaru

Pos terkait