disapedia.com Penyakit fatty liver, atau perlemakan hati, kini semakin banyak ditemukan terutama pada masyarakat modern dengan pola hidup yang serba cepat. Menariknya, meskipun kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit hati yang lebih serius, gejalanya sering kali tidak disadari. Bahkan, banyak orang baru mengetahui adanya perlemakan hati setelah pemeriksaan medis rutin. Oleh karena itu, memahami tanda-tanda awal sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Selain itu, langkah-langkah perubahan gaya hidup juga sangat berpengaruh untuk memperbaiki kondisi hati.
1. Apa Itu Fatty Liver?
Fatty liver terjadi ketika lemak menumpuk lebih dari 5–10% dari total berat hati. Bahkan, jika dibiarkan terlalu lama tanpa perbaikan, kondisi ini dapat berkembang menjadi Non-Alcoholic Steatohepatitis (NASH), sirosis, atau bahkan gagal hati. Selain itu, peningkatan kasus fatty liver erat kaitannya dengan pola makan tinggi kalori, kurang aktivitas fisik, dan tingginya angka obesitas di perkotaan.
Meskipun begitu, ada pula orang dengan berat badan ideal yang mengalami fatty liver, sehingga pemeriksaan rutin tetap diperlukan. Hal ini karena kondisi tersebut dapat disebabkan oleh faktor genetik, resistensi insulin, dan gangguan metabolik lainnya.
2. Gejala Fatty Liver yang Sering Diabaikan
Sebagian besar penderita tidak merasakan gejala spesifik. Namun, seiring bertambahnya kadar lemak pada hati, beberapa tanda berikut bisa muncul. Menariknya, gejala ini sering dianggap sebagai keluhan umum dan tidak dikaitkan dengan gangguan hati.
a. Mudah Lelah dan Kurang Bertenaga
Fatty liver dapat menyebabkan tubuh bekerja lebih keras dalam memproses metabolisme. Akibatnya, seseorang mungkin merasa lebih cepat lelah meskipun tidak melakukan aktivitas berat.
b. Nyeri atau Rasa Tidak Nyaman di Perut Kanan Atas
Rasa kembung atau tekanan di bagian kanan atas perut dapat menjadi pertanda hati membesar. Namun, karena sifatnya ringan, banyak orang mengabaikannya.
c. Berat Badan Menurun Tanpa Sebab Jelas
Pada beberapa kasus, penurunan berat badan dapat terjadi akibat gangguan metabolisme. Selain itu, ini bisa menandakan fatty liver sudah berkembang ke tahap lebih serius.
d. Hilangnya Nafsu Makan
Ketidakseimbangan fungsi hati memengaruhi sistem pencernaan sehingga membuat nafsu makan berkurang secara tiba-tiba.
e. Kulit dan Mata Menguning (Jarang, tetapi Serius)
Ini adalah tanda jaundice, biasanya muncul ketika kerusakan hati sudah cukup parah. Oleh sebab itu, jaundice harus segera ditangani.
3. Penyebab Utama Fatty Liver
Banyak faktor yang mendorong penumpukan lemak pada hati, antara lain:
-
Pola makan tinggi gula, lemak jenuh, dan makanan olahan
-
Obesitas atau lingkar perut berlebih
-
Resistensi insulin dan diabetes tipe 2
-
Konsumsi alkohol (pada kasus alcoholic fatty liver)
-
Gaya hidup pasif dan kurang olahraga
-
Faktor genetik dan metabolik
Lebih jauh lagi, kebiasaan sehari-hari seperti sering begadang, stres berlebihan, hingga konsumsi minuman manis berlebih turut memperburuk kondisi hati.
4. Diagnosis Fatty Liver
Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya melakukan beberapa pemeriksaan:
-
Tes darah: Menilai enzim hati seperti ALT dan AST
-
Ultrasonografi (USG): Melihat penumpukan lemak pada hati
-
Fibroscan: Menilai tingkat kekakuan hati
-
Biopsi hati: Untuk diagnosis lebih mendalam
Pemeriksaan rutin sangat dianjurkan terutama bagi mereka yang punya risiko tinggi.
5. Cara Mengatasi Fatty Liver
Walaupun fatty liver terdengar menakutkan, kabar baiknya adalah kondisi ini dapat membaik melalui perubahan gaya hidup. Selain itu, kebiasaan baru ini tidak hanya membantu kesehatan hati tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
a. Menurunkan Berat Badan Secara Bertahap
Penurunan berat badan 5–10% dari total berat tubuh dapat mengurangi jumlah lemak pada hati secara signifikan.
b. Mengatur Pola Makan Sehat
-
Kurangi makanan berlemak jenuh (gorengan, jeroan, processed food)
-
Tingkatkan konsumsi buah, sayuran, dan biji-bijian
-
Batasi gula tambahan dan karbohidrat sederhana
-
Konsumsi ikan berlemak seperti salmon untuk sumber omega-3
Selain itu, mengganti minuman manis dengan air putih sangat membantu menurunkan beban kerja hati.
c. Rajin Berolahraga
Aktivitas fisik 30–45 menit, seperti jalan cepat, bersepeda, atau senam ringan, dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi lemak hati.
d. Mengurangi atau Menghindari Alkohol
Bagi penderita non-alcoholic fatty liver, alkohol tetap dapat memperburuk kondisi dan menyebabkan kerusakan hati lebih cepat.
e. Mengelola Stres
Tekanan mental yang tidak terkontrol dapat memengaruhi metabolisme tubuh. Oleh karena itu, teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, dan napas dalam sangat direkomendasikan.
f. Konsultasi dengan Dokter
Obat tertentu dapat membantu, terutama jika fatty liver berkaitan dengan diabetes atau gangguan metabolik. Namun, penggunaannya harus selalu berdasarkan konsultasi medis.
6. Pencegahan Fatty Liver Sejak Dini
Karena penyakit ini sering tanpa gejala, maka pencegahan menjadi langkah paling penting. Terapkan gaya hidup seimbang dengan memperhatikan pola tidur, pola makan, dan rutinitas harian. Selain itu, lakukan pemeriksaan kesehatan setidaknya sekali setahun untuk mendeteksi masalah hati lebih awal.
Kesimpulan
Fatty liver merupakan kondisi yang sering tidak disadari karena gejalanya cenderung samar. Meskipun begitu, penyakit ini dapat berkembang menjadi kondisi serius jika tidak ditangani. Oleh karena itu, mengenali gejala sejak dini serta melakukan perubahan gaya hidup menjadi langkah penting agar hati tetap sehat. Dengan semakin banyaknya edukasi tentang kesehatan hati, diharapkan masyarakat lebih sadar bahwa pencegahan jauh lebih mudah daripada mengobati.
Baca Juga : Kabar Terbaru











